MAKASSAR – Guru Besar Pendidikan Sosiologi, Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si., menerapkan metode pembelajaran outing class dalam mata kuliah Sosiologi Lingkungan bagi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Makassar, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hanami Space, Makassar, ini menghadirkan dosen tamu sekaligus pakar pendidikan lingkungan, Dr. Risma Haris, S.Si., M.Si., untuk membahas modernisasi teknologi dan ketimpangan teknologi melalui studi kasus kabut asap.
Pembelajaran outing class ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan interaktif. Mahasiswa diajak memahami persoalan lingkungan tidak hanya dari aspek ekologis, tetapi juga melalui perspektif sosiologi yang mengkaji hubungan antara perkembangan teknologi, struktur sosial, dan ketimpangan dalam masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Risma Haris menjelaskan bahwa modernisasi teknologi dapat mendukung pemantauan, pencegahan, dan penanganan pencemaran lingkungan. Namun, ketidakmerataan akses terhadap informasi, infrastruktur, dan teknologi dapat menimbulkan kesenjangan kemampuan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Studi kasus kabut asap, terutama akibat kebakaran hutan dan lahan, menunjukkan bahwa dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara dan kesehatan, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat.

Melalui perspektif Sosiologi Lingkungan, mahasiswa diajak menganalisis bagaimana ketimpangan akses teknologi dapat memengaruhi kemampuan kelompok masyarakat dalam memperoleh informasi dan perlindungan dari risiko lingkungan. Diskusi ini juga mendorong mahasiswa untuk memahami pentingnya literasi digital, pemerataan teknologi, kebijakan yang berpihak pada masyarakat rentan, serta keadilan lingkungan dalam menghadapi dampak modernisasi.
Penerapan outing class ini menjadi upaya Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si., dalam mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan realitas sosial. Melalui kehadiran pakar pendidikan lingkungan, mahasiswa diharapkan mampu membangun pemikiran kritis, meningkatkan kepedulian ekologis, dan menjadi calon pendidik yang berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sadar lingkungan serta menjunjung keadilan sosial.
Tulis Komentar