Civitas Akademika Program Studi Arsitektur Univ. Graha Edukasi Makassar (UGEM) menunjukkan komitmen nyatanya terhadap isu-isu lingkungan dengan berpartisipasi aktif dalam Green Building Festival 2026. Kegiatan edukatif yang diinisiasi oleh Green Building Council Indonesia Sulawesi Selatan (GBCI Sulsel) ini berlangsung semarak di Nipah Park Mall Makassar pada Kamis, 24 September 2026.
Mengusung tema besar "Bangun Indonesia: Makassar Chapter. Build Green, Live Resilient", festival ini diselenggarakan sebagai wadah edukasi publik yang krusial. Tujuan utamanya adalah membendung dampak krisis iklim dengan memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat, akademisi, serta praktisi industri mengenai pentingnya konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Pendekatan rancang bangun yang responsif terhadap alam dinilai bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan mutlak demi menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Acara ini menghadirkan jajaran pakar, regulator, serta praktisi multisektor yang membagikan sudut pandang komprehensif mengenai penerapan green building. Diskusi panel diisi oleh Totok Suliastyanto (Direktur Institutional Relation GBCI) yang mengulas standar dan sertifikasi bangunan hijau; Dr. Ar. Ir. H. Muh Fuad Azis DM, S.T., M.Si., IAI (Kepala Dinas Penataan Ruang Makassar) yang memaparkan regulasi serta arah kebijakan tata ruang kota yang berorientasi lingkungan; serta Prof. Dr. Ir. Hanafi Ashad, M.T., IPM (Guru Besar Universitas Muslim Indonesia) yang membedah kaitan antara akademik, riset, dan implementasi teknologi ramah lingkungan.

Tak hanya dari sudut pandang teoritis dan kebijakan, prespektif industri dan edukasi publik turut diperkaya oleh kehadiran Yosi Reapradana (GM of Production Planning & Control PT Semen Tonasa) yang membahas inovasi material bangunan berkelanjutan, serta Andi Fadly Arifuddin Mattotorang (Vokalis band PADI yang juga bertindak sebagai Tenaga Ahli Sustainability Pemda Makassar). Fadly menekankan pentingnya pendekatan Urban Farming untuk mengatasi masalah persampahan dan ketahanan pangan dalam skala rumah tangga untuk pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar.
Para dosen dan mahasiswa Prodi Arsitektur UGEM memanfaatkan momentum ini untuk menyerap wawasan praktis secara langsung dari para pakar. Diskusi lintas disiplin ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang penerapan arsitektur hijau di lapangan, mulai dari aspek regulasi hingga ketersediaan material di industri.
Ketua Program Studi Arsitektur UGEM, Ar. Endah Ciptaning Puspitasari, S.T., M.T., IAI, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa dalam forum berskala regional seperti ini sangat vital untuk membina kesadaran ekologis mereka sejak dini.
"Acara ini sangat bagus untuk menambah wawasan mahasiswa Arsitektur UGEM terkait sustainable architecture dan live resilient. Kita tinggal di bumi yang makin renta, sehingga di masa mendatang, sebagai calon arsitek mereka perlu berperan aktif menjaga keberlanjutan dunia melalui prinsip-prinsip perancangan yang bijak," tutur Ar. Endah di sela-sela kegiatan.
Melalui keikutsertaan dalam Green Building Festival 2026 ini, mahasiswa Arsitektur UGEM diharapkan tidak hanya menguasai estetika dan fungsi dalam merancang ruang, tetapi juga mengintegrasikan nilai ketahanan lingkungan (resiliency) serta keberlanjutan ke dalam setiap karya arsitektur mereka di masa depan.
Tulis Komentar