Keterangan Gambar : Foto bersama TIM Pengabdi UNM, Pihak Sekolah dan Peserta Pelatihan
Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan pelatihan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Digital Berbasis Augmented Reality Bagi Guru” yang berlangsung di UPTD SMPN 13 Bontoa, Kabupaten Maros. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengembangkan bahan ajar digital yang inovatif dan interaktif melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR).
Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Rahmatullah, S.Pd., M.E., Guru Besar pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM, dengan melibatkan dua anggota tim, yaitu Dr. Inanna, S.Pd., M.Pd. dan Syamsu Rijal, SE, M.Si, Ph.D.
Dalam sambutannya, Prof. Rahmatullah menyampaikan bahwa kehadiran teknologi Augmented Reality dalam dunia pendidikan membuka peluang besar bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, kontekstual, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Menurutnya, modul ajar yang dikembangkan dengan pendekatan AR dapat memvisualisasikan materi-materi abstrak menjadi lebih konkret sehingga meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya memahami konsep dasar Augmented Reality, tetapi juga mampu secara mandiri merancang dan mengaplikasikan modul ajar digital berbasis AR dalam proses pembelajaran di kelas,” ujar Prof. Rahmatullah.
Sementara itu, Kepala UPTD SMPN 13 Bontoa, Hj. Nur Asiah, S.S., menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdi UNM. Ia berharap pelatihan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolahnya, terutama dalam menghadapi tuntutan pendidikan berbasis teknologi di era digital.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh tim dari UNM untuk melaksanakan kegiatan ini di sekolah kami. Semoga ilmu dan keterampilan yang diperoleh para guru dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari,” kata Hj. Nur Asiah.
Kegiatan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para guru di lingkungan UPTD SMPN 13 Bontoa. Peserta diajak untuk memahami konsep dasar Augmented Reality, mengenal berbagai aplikasi pendukung pembuatan konten AR, hingga praktik langsung merancang modul ajar digital yang dapat diintegrasikan dengan objek-objek AR sederhana.
Melalui pendampingan intensif dari tim pengabdi, para guru diharapkan mampu mengembangkan modul ajar digital berbasis AR secara berkelanjutan, sehingga dapat memperkaya variasi metode pembelajaran serta mendorong terciptanya proses belajar-mengajar yang lebih inovatif di UPTD SMPN 13 Bontoa, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan oleh dosen UNM sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Tulis Komentar