Gelombang Demo 27 Agustus Kepung MakassarFly Over hingga DPRD Sulsel Dipadati Massa

$rows[judul]

MAKASSAR — Kota Makassar kembali dipadati massa aksi. Gelombang demonstrasi berlangsung di sejumlah titik pada Kamis (27/8/2026), dengan mahasiswa, serikat pekerja, masyarakat dan sejumlah organisasi turun ke jalan menyampaikan berbagai tuntutan.

Aksi tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi. Sejumlah kawasan strategis menjadi titik penyampaian aspirasi, termasuk Jalan A.P. Pettarani di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan dan kawasan Fly Over Jalan Urip Sumoharjo.

Kepolisian sebelumnya memetakan sedikitnya 14 titik aksi berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima Polrestabes Makassar. Di sisi lain, sejumlah laporan media menyebut terdapat 18 rencana aksi yang tersebar di berbagai lokasi. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan pemetaan lokasi dan rencana kegiatan dari berbagai elemen massa. Besarnya jumlah titik aksi membuat aparat keamanan melakukan pengamanan dalam skala besar.

Polda Sulawesi Selatan menyiagakan 1.425 personel gabungan untuk mengawal rangkaian demonstrasi 27 Agustus. Pengamanan melibatkan unsur TNI, Polri dan instansi terkait.

Sementara itu, Polrestabes Makassar secara khusus menyiagakan 833 personel, terdiri atas 220 personel dari Polda Sulsel dan 613 personel Polrestabes Makassar. Apel kesiapan digelar sejak pagi di kawasan Fly Over Jalan Urip Sumoharjo.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana meminta personel tidak menganggap remeh perkembangan situasi di lapangan. Pengamanan diarahkan agar aksi dapat berlangsung aman sekaligus tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

Demonstrasi yang tersebar di sejumlah lokasi otomatis membawa konsekuensi terhadap mobilitas warga.

Beberapa ruas jalan yang menjadi lokasi aksi berpotensi mengalami perlambatan, terutama ketika massa mulai berkonsentrasi dan menggunakan sebagian badan jalan untuk menyampaikan aspirasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang melintas di sekitar lokasi aksi perlu mengantisipasi kepadatan dan mencari jalur alternatif.

Bagi warga yang memiliki aktivitas di kawasan A.P. Pettarani, Urip Sumoharjo dan sejumlah titik lain yang menjadi lokasi aksi, kepadatan lalu lintas menjadi salah satu dampak yang paling dirasakan. Di tengah pengamanan ketat, aparat menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.

Polda Sulsel menyatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat menyampaikan pendapat secara aman dan tertib. Pada saat yang sama, aparat juga berkewajiban menjaga keamanan serta aktivitas masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi.

Hasilnya, rangkaian aksi di sejumlah titik Makassar pada Kamis (27/8/2026) dilaporkan berjalan aman, tertib dan kondusif. Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto setelah rangkaian aksi berlangsung.

Gelombang demonstrasi 27 Agustus memperlihatkan bahwa jalanan Makassar masih menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan.

Namun, besarnya jumlah massa dan luasnya sebaran lokasi aksi juga menjadi tantangan tersendiri. Aspirasi harus tetap mendapatkan ruang, tetapi kepentingan masyarakat umum—termasuk pengguna jalan, pekerja, pelaku usaha dan warga di sekitar lokasi—juga tidak boleh diabaikan.

Demonstrasi pada akhirnya bukan hanya soal seberapa besar massa yang turun ke jalan. Yang lebih penting adalah apakah suara yang disampaikan mampu sampai kepada pihak yang menjadi sasaran tuntutan dan menghasilkan perubahan kebijakan.

Kamis, 27 Agustus 2026, Makassar kembali memperlihatkan wajah demokrasinya: jalanan menjadi ruang bicara, sementara aparat dan masyarakat dituntut sama-sama menjaga agar kebebasan berpendapat tidak berubah menjadi gangguan bagi kepentingan publik.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)